TEMPO.CO, Bantul – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (pdip) Megawati Soekarnoputri melakukan aksi tanam kedelai di wilayah pesisir Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Ahad 29 September 2013.

Dalam kesempatan ini Megawati juga mengajak sejumlah kader PDIP, seperti Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Kalimantan Barat Cornelis Lay, serta sejumlah bupati dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ikut hadir pula Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Saya sengaja ajak agar para kader PDIP yang menjadi pemimpin daerah menanam kedelai, agar tidak melupakan bidang paling dasar yang jadi kekuatan Indonesia, yakni pertanian,” kata Megawati.

Kedatangan Megawati sendiri dalam rangka memenuhi undangan dari para petani yang tergabung dalam kelompok tani Pandansimo, Samas, dan Parangtritis (Panmastis) Bantul. Para petani itu sengaja mengundang Mega untuk memberi dukungan dalam bidang swasembada melalui komoditas kedelai. Para petani ini mencoba meyakinkan pemerintah bahwa kedelai sebenarnya bukanlah komoditas langka karena lahan yang bisa ditanami masih sangat banyak.

“Kami ingin membuktikan pada bu Mega, dengan menanam kedelai di luar musim tanam, bahwa (kedelai) ini tetap bisa hidup dan produktif,” kata Ketua Kelompok Tani Panmastis Bantul Suroto.

Mega dalam kesempatan itu meminta para kader PDIP yang menjadi kepala daerah akan terus didukung partai jika mau melindungi pertanian di wilayahnya. “Awas saja kalau sampai pertanian ini dikesampingkan, kami cabut dukungan itu, dan rakyat saya sarankan tak pilih lagi,” kata Mega disambut gelak tawa warga.

Mega pun khusus menyerukan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis Lay yang wilayahnya masih punya lahan memadai untuk pertanian. “Pertanian harus didukung sepenuhnya sehingga terwujud swasembada pangan, jangan sampai impor mendominasi,” katanya.

Sedangkan alasannya ikut mengajak Jokowi yang wilayah kepemimpinannya sudah tak punya banyak areal pertanian, kata Mega, agar Jokowi bisa mendorong warga DKI Jakarta mau menggunakan hasil-hasil pertanian yang sudah diproduksi petani Indonesia.

PRIBADI WICAKSONO.



YOUR COMMENT