Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Steven Greatness

TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan tercatat melemah 1,86 persen ke level 4.583,828. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 melemah 2,5 persen ke level 773,934, Jumat (20/9/2013).

Selama transaksi di pasar bursa, tercatat volume perdagangan sebesar 7,3 miliar lot saham senilai Rp 6,2 triliun dengan total transaksi sebanyak 147.862 kali. Sebanyak 87 saham naik, 178 saham turun, dan 89 saham tidak berubah atau stagnan.

Sutopo Widodo, Branch Manager Universal Broker Pontianak mengatakan, pelemahan IHSG pada perdagangan akhir pekan didorong oleh sektor industri dasar dan keuangan, dimana masing-masing indeks tercatat turun 4,42 persen dan 2,90 persen. Saham-saham yang tercatat menguat pada perdagangan akhir sesi II, antara lain saham MPPA naik 7,3 persen ke Rp 2.200, saham INDF naik 1,5 persen ke Rp 6.950, saham INCO naik 2,8 persen ke Rp 2.725, dan saham TINS naik 4,0 persen ke Rp 1.570.

Saham-saham yang tercatat melemah pada perdagangan akhir sesi II, antara lain saham AALI turun 6,4 persen ke Rp 19.150, saham EMTK turun 3,7 persen ke Rp 20.700, saham MYOR turun 2,w persen ke Rp 32.500, dan saham CPIN turun 15,5 persen ke Rp 3.550.

IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan, akhirnya ditutup melemah cukup signifikan, memangkas penguatan tajam kemarin. Sentimen positif dari pernyataan The Fed tampak memang sudah meredup, dimana para investor lebih memilih untuk profit taking sementara waktu setelah IHSG rebound tajam kemarin.

Meskipun isu stimulus The Fed sudah mereda, kedepannya investor masih akan menanti perkembangan dari rencana penarikan program stimulus The Fed. Resistance diperkirakan berada di kisaran 4.800, sedangkan support berada di kisaran 4.375.

Baca Juga:

Investor Menanti Stimulus The Fed

Loyalisnya Dicopot, Anas: Hubungan Saya dengan SBY Masih Baik

Ruhut Sitompul Benarkan Ada Lobi Calon Hakim Agung



YOUR COMMENT