Jakarta (Antara) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa, melanjutkan pelemahan sebesar 102,44 poin terimbas sentimen negatif eksternal.

IHSG BEI ditutup turun 102,44 poin atau 2,25 persen ke posisi 4.460,41, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 20,79 poin (2,70 persen) ke level 749,20.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Selasa, mengatakan IHSG masih melanjutkan pelemahan dipengaruhi oleh sentimen eksternal.

“Investor global masih menunggu kabar kebijakan terkait stimulus AS,” kata dia.

Selain itu, lanjut dia, posisi anggaran pemerintah AS dan batas utangnya sudah dalam keadaan sulit, ditambah dengan selisih pendapat di pemerintahannya akan menyulitkan terjadi kesepakatan untuk meningkatkan anggaran belanja. Pelaku pasar saham memandang negatif kondisi di AS itu.

“Pergerakan selanjutnya, kami proyeksikan IHSG BEI akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah. Namun di sisi lain, kami melihat masih ada peluang terjadinya `buy on weakness` terhadap saham yang telah mengalami penurunan besar beberapa hari terakhir ini,” kata dia.

Sementara, transaksi perdagangan saham di BEI tercatat sebanyak 177.998 kali dengan volume mencapai 4,153 miliar lembar saham senilai Rp4,709 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 52 saham, melemah 236 saham, dan yang tidak bergerak harganya sebanyak 76 saham.

Dalam perdagangan saham di BEI Selasa ini, tercatat pelaku pasar asing juga cenderung mengambil posisi lepas saham. Tercatat pelaku pasar asing membukukan jual bersih sebesar Rp624,845 miliar.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng melemah 192,50 poin (0,82 persen) ke level 23.179,04, indeks Nikkei-225 turun 9,81 poin (0,07 persen) ke level 14.732,61, dan Straits Times melemah 0,59 poin (0,01 persen) ke posisi 3.214,10.(tp)



YOUR COMMENT