Jakarta (Antara) – Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan mobil nasional meskipun beberapa waktu lalu telah mengeluarkan kebijakan terkait mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car.

“Untuk mobnas akan kami bantu terus dalam penggunaan teknologi, mereka masih terus disiapkan,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat seusai melakukan rapat Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Perindustrian di Gedung DPR, Jakarta, Senin.

Menurut Hidayat, terkait pengembangan teknologi untuk mobnas tersebut, phaknya melibatkan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Anggaran kami limpahkan ke BPPT, agar mereka bisa langsung membantu, nanti apabila sudah menuju pada industri komersial, Kemenperin akan terlibat,” ujar Hidayat.

Hidayat menjelaskan, dengan dikeluarkannya kebijakan pemerintah terkait mobil murah yang akan menggunakan 85 persen komponen lokal tersebut, nantinya akan diadopsikan ke mobnas namun memang harus disertai dengan investasi yang tidak sedikit.

“LCGC wajib dibuat di Indonesia, dan dalam waktu 3 sampai 4 tahun kedepan 85 persen juga menggunakan komponen lokal, saya rasa saat itu merupakan waktu yang tepat untuk mengadopsi,” kata Hidayat.

Beberapa pihak menyayangkan keputusan pemerintah yang mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian No. 33/M-IND/PER/7/2013, tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau dan dianggap mengabaikan keberadaan mobnas yang diinisiasi oleh swasta seperti Esemka, Komodo dan Tawon .

Dalam peraturan tersebut, harga mobil murah ramah lingkungan dipatok sebesar Rp95 juta per unit, dan besaran harga jual kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) tersebut bisa mengalami kenaikan sebesar 15 persen dan 10 persen apabila menambahkan fitur-fitur tertentu.

Apabila kendaraan tersebut menggunakan teknologi transmisi otomatis, harga bisa dinaikkan maksimum sebesar 15 persen, sementara apabila mengadopsi teknologi pengamanan penumpang bisa dinaikkan maksimal 10 persen.

Sementara jumlah komponen lokal yang akan dipergunakan untuk mobil murah ramah lingkungan tersebut sebesar 40 persen dari total sebanyak 105 komponen yang diperlukan untuk membuat kendaraan tersebut, dan diharapkan akan menjadi 85 persen dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun mendatang. (ar)



YOUR COMMENT