TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menangkap peluang strategis yang dapat diperoleh Indonesia dari perhelatan Asia Pacific Economic Cooperation atau Kerja sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2013. Untuk itu BNI aktif mendukung sebagai sponsor beberapa pertemuan penting menjelang pertemuan pemimpin negara-negara anggota APEC atau APEC Leader Summit dengan harapan akan mampu menyuarakan pesan-pesan dari Indonesia ke dunia.
    
Atas dukungannya itu, Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo menjadi salah satu Alternate Member dari ABAC, yang akan menghadiri pertemuan ABAC Meeting beberapa hari sebelum APEC CEO Summit dan pemimpin negara-negara anggota APEC atau APEC Leader Summit.
    
Pada pertemuan ABAC tersebut akan menghasilkan gagasan-gagasan spesifik mengenai dunia usaha yang akan disampaikan pada kepada para pemimpin negara-negara anggota APEC pada APEC Leader Summit, terutama dalam mengimplementasikan Osaka Action Agenda (OAA), Trade and Investment Liberalization (TILF), Economic and Technical Cooperation (Ecotech), dan prioritas lainnya yang berkorelasi dengan dunia usaha. Keanggotaan ABAC terdiri atas tiga perwakilan senior dari sektor bisnis dari setiap negara anggota.
      
Corporate Secretary BNI Tribuana Tunggadewi mengutarakan, dukungan BNI pada pelaksanaan APEC CEO Summit 2013 didorong oleh arti penting dari pertemuan ini terhadap hasil akhir pertemuan puncak APEC Leader 2013. Rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh APEC CEO Summit ini dapat menjadikan hasil kesepakatan yang akan diperoleh dari APEC Leader Summit menjadi lebih membumi. Terutama menyuarakan pesan-pesan dari Indonesia yang menjadi salah satu dari sedikit negara dengan perekonomian yang tetap tumbuh di tengah krisis ekonomi global.
      
“Kami mendukung APEC CEO Summit karena hasil yang dikeluarkan akan menjadi keputusan-keputusan konkrit,” tegas Tribuana dalam rilisnya, Minggu (22/9/2013).
      
Jumlah delegasi yang menyatakan positif akan hadir di APEC CEO Summit Indonesia 2013 mencapai sekitar 1.300 CEO dari 21 negara.  “Kehadiran delegasi China yang begitu besar lebih dari 300 orang menunjukkan betapa penting pertemuan APEC ini bagi para pemimpin bisnis dari China itu,” ungkap Tribuana.
      
Survei CEO Global ke-16 PricewaterhouseCoopers (PWC) International yang dilakukan atas para pemimpin bisnis di 68 negara menunjukkan bahwa Indonesia berada di posisi puncak dari 10 negara tujuan ekspansi bisnis para CEO dunia. Alasannya, sebagian besar CEO menilai bahwa ekspansi bisnis hanya dapat dilakukan ke sumber pertumbuhan ekonomi yang masih terjadi, salah satu sasaran utamanya adalah Indonesia, negara yang diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan rata-rata pertahunnya sebesar 6,2 persen.
        
PWC juga meyakini bahwa purchasing power parity (PPP) Indonesia pada tahun 2050 akan melampaui Jerman, Perancis, bahkan Inggris serta negara-negara anggota G7 yang selama ini terus menjadi tujuan ekspansi para pemimpin bisnis. Indonesia dan enam negara lain yang dikelompokkan sebagai kelompok E7 (China, India, Brazil, Rusia, Meksiko, dan Turki) dipercaya akan mengambil alih perhatian para pemimpin bisnis dunia ke depan.

Baca Juga:

BNI Berpeluang Kembangkan Bisnis di APEC

Motor Dinas Kena Razia Balap Liar

Katanya Anas Ditahan Sehabis Lebaran? Kok Belum Sampai Sekarang? Ini Alasan KPK



YOUR COMMENT