Nusa Dua, Bali (Antara) – Indonesia harus tetap waspada dalam mengelola perekonomiannya sehubungan keputusan bank sentral AS, The Fed yang tetap meluncurkan pemberian stimulus tanpa menguranginya.

“Kita jangan senang dulu, meski dampak keputusan itu bursa kita membaik dan rupiah menguat. Pengurangan stimulus pasti bakal dilakukan The Fed, meski waktunya kita tidak tahu,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang PS Brodjonegoro kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Kamis malam.

Di sela acara Gala Dinner Pertemuan Menkeu APEC di Garuda Wisnu Kencana, Bambang melihat bahwa keputusan the Fed yang mengejutkan itu, seharusnya membuat negara yg sedang tumbuh, termasuk Indonesia segera melakukan pembenahan struktural supaya perekonomian menjadi kuat.

Bagi Indonesia, katanya, pembenahan itu diperlukan supaya defisit neraca berjalan berkurang dan tingkat inflasi terkendali.

Untuk itu selain kebijakan moneter juga diperlukan kebijakan lain yang diatur dalam empat kebijakan pemerintah beberapa waktu lalu, antara lain yang bertujuan mengurangi impor dan meningkatkan investasi.

Bank sentral AS akhirnya memutuskan mempertahankan pemberian stimulus sebesar 85 miliar dolar AS per bulan. Spekulasi sebelumnya menyebut bahwa stimulus itu bakal dikurangi 5-10 miliar dolar AS.

Keputusan itu mengakibatkan membaiknya indeks bursa dunia, termasuk bursa Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pun menguat. (ar)



YOUR COMMENT